Mengapa Objek Tiba-Tiba Muncul dari Jauh?

Saat menjelajahi dunia game, pemain terkadang melihat pohon, rumput, kendaraan, bangunan, atau benda lain tiba-tiba muncul di kejauhan. Beberapa objek bahkan baru terlihat ketika karakter sudah cukup dekat.

Kondisi tersebut sering disebut pop-in dalam game. Fenomena ini berkaitan dengan cara game mengatur jarak pandang, tingkat detail, dan proses pemuatan data.

Game melakukan hal tersebut karena perangkat memiliki kemampuan terbatas. Sistem harus menentukan objek mana yang perlu tampil dengan detail tinggi dan mana yang belum perlu mendapatkan prioritas.

Game Memiliki Batas Jarak Render

Salah satu penyebab utama pop-in adalah render distance.

Render distance menentukan rajazeus login seberapa jauh game menampilkan objek dari posisi pemain.

Misalnya, game dapat menampilkan bangunan besar dari jarak sangat jauh, tetapi baru menampilkan rumput ketika pemain berada lebih dekat.

Perbedaan tersebut membantu game mengurangi jumlah objek yang harus perangkat proses secara bersamaan.

Tidak Semua Objek Memiliki Jarak Tampil yang Sama

Developer dapat memberikan aturan berbeda kepada setiap jenis objek.

Gunung dan gedung tinggi perlu terlihat dari jauh karena pemain menggunakannya sebagai bagian dari pemandangan atau landmark.

Sebaliknya, benda kecil seperti botol, batu, rumput, atau sampah tidak selalu perlu terlihat dari jarak yang sama.

Game dapat memunculkan detail kecil ketika pemain mulai mendekat.

Cara ini menghemat sumber daya tanpa terlalu mengubah pemandangan utama.

LOD Mengubah Detail Berdasarkan Jarak

Game juga menggunakan teknik Level of Detail atau LOD.

Sebuah objek dapat memiliki beberapa versi model.

Ketika objek berada sangat jauh, game menggunakan versi sederhana. Setelah pemain mendekat, sistem menggantinya dengan model yang memiliki lebih banyak detail.

Idealnya, pergantian tersebut tidak terlalu terlihat.

Namun, jika perbedaannya terlalu besar atau proses pergantian terlambat, pemain dapat melihat objek berubah secara tiba-tiba.

Streaming Data Bisa Terlambat

Game dengan dunia besar sering menggunakan asset streaming.

Sistem terus membaca dan menyiapkan model, tekstur, suara, serta berbagai data lain selama pemain bergerak.

Jika pemain bergerak lebih cepat daripada kemampuan game dalam memuat data, beberapa objek mungkin belum siap ketika seharusnya tampil.

Akibatnya, objek baru muncul beberapa saat kemudian.

Fenomena tersebut dapat terlihat lebih jelas ketika pemain menggunakan kendaraan berkecepatan tinggi.

Tekstur Juga Bisa Mengalami Pop-In

Tidak hanya model 3D yang dapat terlambat muncul.

Tekstur juga dapat mengalami kondisi serupa.

Pemain mungkin melihat sebuah bangunan dengan permukaan buram. Beberapa detik kemudian, dinding tersebut tiba-tiba terlihat jauh lebih tajam.

Game sebenarnya sudah menampilkan model bangunan, tetapi texture streaming belum selesai menyiapkan tekstur dengan kualitas tinggi.

Performa Perangkat Berpengaruh

Kemampuan perangkat ikut menentukan seberapa cepat game dapat menyiapkan lingkungan.

CPU perlu menangani berbagai proses permainan, sedangkan GPU bertugas menampilkan grafis. Memori juga menyimpan data yang sedang game gunakan.

Selain itu, kecepatan media penyimpanan memengaruhi proses membaca data.

Jika salah satu bagian membutuhkan waktu lebih lama, sistem mungkin harus menunda kemunculan beberapa objek.

Pengaturan Grafis Bisa Mengubah Jarak Objek

Banyak game menyediakan pilihan seperti Low, Medium, High, atau Ultra.

Pengaturan tersebut dapat memengaruhi draw distance, kualitas tekstur, jumlah rumput, bayangan, dan detail lingkungan.

Pada pengaturan rendah, game dapat mengurangi jarak tampil beberapa objek agar perangkat mempertahankan performa.

Karena itu, pemain mungkin lebih sering melihat objek muncul dari kejauhan ketika menggunakan pengaturan grafis rendah.

Game Memprioritaskan Objek Penting

Tidak semua benda memiliki tingkat kepentingan yang sama.

Game biasanya memberikan prioritas lebih tinggi kepada objek yang berpengaruh langsung terhadap permainan.

Musuh, jalan, bangunan penting, atau kendaraan mungkin perlu muncul lebih cepat dibandingkan dekorasi kecil.

Sementara itu, rumput dan benda dekoratif dapat menunggu hingga pemain berada lebih dekat.

Prioritas membantu sistem menggunakan sumber daya secara lebih efisien.

Occlusion Juga Dapat Memengaruhi Tampilan

Game tidak selalu perlu menampilkan objek yang tertutup benda lain.

Misalnya, sebuah kendaraan berada di balik gedung besar. Karena pemain tidak dapat melihat kendaraan tersebut, sistem dapat mengurangi pekerjaan untuk menampilkannya.

Ketika pemain melewati gedung dan pandangan mulai terbuka, kendaraan kembali perlu dirender.

Teknik seperti occlusion culling membantu meningkatkan performa, meskipun pengaturan yang kurang tepat dapat membuat kemunculan objek terlihat terlambat.

Mengapa Developer Tidak Menampilkan Semuanya?

Menampilkan seluruh map dengan kualitas maksimum terdengar ideal, tetapi membutuhkan sumber daya sangat besar.

Bayangkan sebuah kota memiliki ribuan jendela, kendaraan, lampu, pohon, NPC, dan objek kecil.

Jika game selalu memproses semuanya dengan detail penuh, performa dapat turun.

Karena itu, developer memilih objek berdasarkan jarak, posisi kamera, dan tingkat kepentingannya.

Pop-In Lebih Terlihat di Dunia Terbuka

Game open world memberikan kebebasan kepada pemain untuk bergerak ke banyak arah.

Hal tersebut membuat proses streaming menjadi lebih sulit diprediksi.

Pemain dapat berjalan perlahan, menggunakan kendaraan cepat, terbang, atau tiba-tiba mengubah arah perjalanan.

Game harus terus menyesuaikan area yang perlu mendapatkan prioritas.

Karena itu, object pop-in lebih mudah terlihat pada dunia yang sangat luas dibandingkan level kecil dengan jalur yang lebih terkontrol.

Developer Bisa Mengurangi Pop-In

Developer memiliki beberapa cara untuk membuat kemunculan objek terasa lebih halus.

Mereka dapat meningkatkan jarak streaming, menggunakan model LOD yang lebih sesuai, memuat data lebih awal, atau membuat objek muncul secara bertahap.

Kabut, bangunan, bukit, dan bentuk lingkungan juga dapat membantu membatasi jarak pandang.

Dengan cara tersebut, pemain tidak langsung melihat perubahan yang terjadi sangat jauh di depan.

Penutup

Objek tiba-tiba muncul dari jauh karena game harus mengatur jumlah data dan objek yang perangkat proses. Render distance, LOD, asset streaming, pengaturan grafis, dan kemampuan perangkat dapat memengaruhi kapan sebuah benda mulai terlihat.

Fenomena ini sering disebut pop-in dalam game. Pop-in tidak selalu berarti game mengalami kerusakan. Dalam tingkat tertentu, kondisi tersebut dapat menjadi hasil dari sistem optimasi yang menjaga permainan tetap berjalan lancar.

Developer kemudian berusaha membuat transisi tersebut sesamar mungkin sehingga dunia tetap terlihat luas tanpa memaksa perangkat menampilkan setiap objek dengan detail penuh sepanjang waktu.

 

Baca sekarang : Revolusi Digital: Saat Game Online Ubah Cara Manusia Berinteraksi